Berita

08 Juni 2012 - Finalisasi pembahasan lanjutan, Solusi Penanganan Perencanaan Kegiatan 2012 Perubahan

13 Mei 2013, 01:53 WIB
Pada hari Jum’at tanggal 08 Juni 2012 pukul 13.30 sampai dengan pukul 15.30, telah dilaksanakan Finalisasi pembahasan lanjutan, Solusi Penanganan Perencanaan Kegiatan 2012 Perubahan dan 2013 Pencemaran Air Sungai Utama di Jawa Barat (tindak lanjut pemberitaan media).

Berdasarkan pembahasan, BPLHD Provinsi Jawa Barat telah melakukan pemantauan terhadap 4 model sungai yaitu : Sungai Citarum, Sungai Cilamaya, Sungai Cimanuk, dan Sungai Citanduy. Dengan isu / problem sebagai berikut :

1. Pencemaran Sumber Air Sungai di Jawa Barat

100% sungai/anak sungai yg melalui daerah permukiman/ industri atau 85% sungai utama atau + 24% dari seluruh panjang ruas sungai (s/d ordo 6) tercemar berat.

2. Baku Mutu Air (BMA) dan Studi Lingkungan

100% sungai/anak sungai tidak mempunyai BMA ((Baku Mutu Air) < 1% panjang ruas sungai yg telah dilakukan studi daya tampung beban pencemaran.

Fakta-Fakta untuk ke empat model sungai sebagai berikut :

 Sungai Citarum

Status mutu tahun 2011 pada 7 titik pantau (TP) per bulan:

- Mei & Juni: cemar ringan (pd 14,29% TP), cemar sedang (14,29%), cemar berat (71,43%)

- Juli: cemar ringan (14,29%), cemar berat (85,71%)

- September: cemar sedang (14,29%), cemar berat (85,71%)

- Oktober: cemar berat (100%)

 Sungai Cilamaya

Status mutu tahun 2011 pada 4 titik pantau (TP) per bulan:

- Juni: memenuhi baku mutu (pd 25% TP), cemar ringan (25%), cemar sedang (25%) dan cemar berat (25%)

- Agustus: cemar ringan (50%), cemar berat (50%)

- Oktober: cemar ringan (25%), cemar berat

 Sungai Cimanuk

Status mutu tahun 2011 pada 5 titik pantau (TP) per bulan:

- Juni: memenuhi baku mutu (pd 20% TP), cemar ringan (80%)

- Agustus: cemar ringan (60%), cemar sedang (20%), cemar berat (20%)

- Oktober: memenuhi baku mutu (pd 20% TP), cemar ringan (20%), cemar sedang (40%)

 Sungai Citanduy

Status mutu tahun 2011 pada 3 titik pantau (TP) per bulan:

- Mei: cemar ringan (pd 33,33% TP), cemar sedang (33,33%), cemar berat (33,33%)

- Juni: memenuhi baku mutu (pd 33,33% TP), cemar sedang (33,33%), cemar berat (33,33%)

- Juli: cemar ringan (33,33%), cemar sedang (33,33%), cemar berat (85,71%)

Model-model untuk dianalisis sebagai berikut :

1. Sumber Pencemar:

 Limbah cair domestik

 Limbah industri

 Sampah

 Faktor erosi

 Limbah pertanian

 Limbah peternakan

 Pertambangan

2. Daya tampung beban pencemaran akan meliputi

• Debit minimum yang semakin menurun

• Kadar BMA yg disesuaikan dgn karakteristik setempat

3. Pengurangan beban pencemar

• Pada daerah urban dan ruas-ruas sungai tertentu perlu diberlakukan BMLC (Baku Mutu Limbah Cair) = BMA

• Revitalisasi sarana sanitasi yang ada Teknologi industri bersih (zero Waste Management) untuk industri, dan atau relokasi industri ke kawasan yang mempunyai daya tampung memadai.

Sehingga dihasilkan Rekomendasi secara normatif (aturan) dan terobosan (khusus) :

 Rekomendasi Normatif (Aturan)

1. Perlu ditetapkan BMA kelas air dan mutu air sasaran melalui Keppres untuk 4 DAS (Citarum, Ciliwung, Citanduy dan Cisadane) di Jawa Barat

2. Perlu ditetapkan DTBPA (Daya Tampung Beban Pencemaran Air) alamiah dan juga implementasi teknologi pada ruas-ruas sungai untuk peningkatan DTBPAnya.

3. Perlu pengurangan beban pencemaran:

a. Untuk buangan limbah cair industri diharapkan sesuai baku mutu yang ditetapkan menurut SK Gub Nomor 06 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Limbah Cair Industri

b. Diwajibkan untuk manajer lingkungan di industri harus mempunyai sertifikat EPCM (Environmental Pollution Control Manager)

c. Penduduk dengan revitalisasi sarana sanitasi yang ada dan membangun septik tank individual/komunal.

d. Industri dengan melalui teknologi bersih (penggunaan raw material dan proses produksi, saving energy dan penggunaan air);

4. Peningkatan upaya pengawasan PPA dg penegakan hukum yang lebih tegas bagi pelanggar pemenuhan BMLC, BMA sumber air dan audit kinerja IPAL sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH;

5. Melakukan pengawasan ketaatan industri dalam melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait lingkungan hidup diantaranya Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Air dan PengendalianPencemaran Air, Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

6. Melakukan pengawasan pelaksanaan persyaratan yang ditentukan dalam izin pembuangan air limbah oleh industri.

7. Melakukan kegiatan pemantauan dan pengawasan kualitas air berbasis masyarakat di DAS Citarum.

 Rekomendasi Terobosan (Solusi Khusus)

1. Melakukan pengolahan limbah domestik terlebih dahulu melalui septic tank individu atau septic tank komunal

2. Meningkatkan peran serta berbagai

Kategori: Pemberitahuan